This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 04 Maret 2017

TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN


Nama   : Mohamad Dhia
NPM    : 36114745
Kelas    : 3DB04













Tema : Manajemen Aktiva & Pasiva Bank

Aktiva 
Menurut S munawir (2002:30) aktiva adalah sarana atau sumber daya ekonomik yang diniliki oleh suatu kesatuan usaha atau perusahaan yang hargan perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif. Sedangkan
Menurut Thompson learning yang diterjemahkan oleh skoussen dkk (2001 : 131) aktiva adalah kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2004 : 16.2 ) “ Aktiva adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun“.
Bedasarkan pengertian dapat disimpulkan bahwa aktiva adalah sarana yang dimiliki oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa depan.
Pasiva
Pasiva adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh suatu perusahaanpada masa yang akan datang. pengorbanan untuk masa yang akan datang initerjadi akibat kegiatan usaha kewajiban ini dibedakan menjadi utang lancar dan utang jangka panjang.

1. Manajemen Aktiva dan Pasiva Bank

  A) Dana yang bersumber dari bank itu sendiri


Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri) maksudnya adalah dana yang diperoleh dari dana bank salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham bank atau pemilik saham.


B) Dana yang berasal dari masyarakat luas/dana pihak ketiga(produk vunding)

Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Adapun Dana masyarakat adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha, yang diperoleh dari bank dengan menggunakan berbagai instrumen produk simpanan yang dimiliki oleh bank.
Untuk memperoleh dana dari masyarakat luas bank dapat menggunakan tiga macam jenis simpanan (rekening). Masing-masing jenis simpanan memiliki keunggulan tersendiri, sehingga bank harus pandai dalam menyiasati pemilihan sumber dana. Sumber dana yang dimaksud adalah:
1. Simpanan giro
2. Simpanan tabungan
3. Simpanan deposito

C) Dana yang bersumber dari lembaga lain

Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:
1. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepda bnk-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu.
2. Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini di berikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya.
3. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.
4. Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.

2. Manajemen penggunaan dana :

A. Primary Reserve (cadangan primer)
Prioritas utama dalam alokasi dana adalah menempatkan dana untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (sebagai pembina dan pengawas bank). Dana-dana akan dialokasikan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum atau disebut juga giro wajib minimum karena penempatannya berupa giro bank umum pada Bank Indonesia.

Primary reserve merupakan sumber utama bagi likuiditas bank, terutama untuk menghadapi kemungkingan terjadinya penarikan oleh nasabah bank, baik berupa penarikan dana masyarakat yang disimpan pada bank tersebut maupun penarikan (pencairan) kredit atau credit disbursement sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara pihak bank dan debitor kredit dalam perjanjian kredit yang dibuat di hadapan notaris publik.

Dengan demikian, pembentukan cadangan primer atau primary reserve dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum, keperluan operasi bank, semua penarikan simpanan, dan permintaan pencairan kredit dari nasabah. Di samping itu, cadangan primer juga digunakan untuk penyelesaian kliring antar bank dan kewajiban-kewajiban bank lainnya yang harus segera dibayar. Dalam prakteknya, primary reserve adalah dana kas dan saldo rekening koran bank pada Bank Indonesia dan bank-bank lainnya, serta warkat-warkat dalam proses penagihan. Komponen-komponen ini sering pula disebut sebagai alat-alat likuid.

   B. Secondary Reserve (cadangan sekunder)
Prioritas kedua di dalam alokasi dana bank adalah penempatan dana-dana ke dalam noncash liquid asset (aset likuid yang bukan kas) yang dapat memberikan pendapatan kepada setiap saat dapat dijadikan urang tunai tanpa mengakibatkan kerugian pada bank. Surat-surat berharga tersebut antara lain :
a. surat berharga pasar uang atau SBPU,
b. sertifikat Bank Indonesia atau SBI,
c. surat berharga jangka pendek lainnya.
Tujuan utama dari secondary reserve adalah untuk dijadikan sebagai supllement (pelengkap) atau cadangan pengganti bagi primary reserve. Karena sifatnya yang dapat menghasilkan pendapatan bagi bank selain berfungsi sebagai cadangan, secondary reserve dapat memberikan dua manfaat bagi bank, yaitu untuk menjaga likuiditas dan meningkat profitabilitas bank.
Cadangan sekunder atau secondary reserve digunakan untuk berbagai kepentingan, antara lain sebagai berikut :
a. Memenuhi kebutuhan likuiditas yang bersifat jangka pendek, seperti penarikan simpanan oleh nasabah deposan dan pencairan kredit dalam jumlah besar yang telah diperkirakan
b. Memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan.
c. Sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi.
d. Memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek yang tidak diperkirakan dari deposan dan penarikan (disbursement) dari debitor.
Karena kebutuhan-kebutuhan likuiditas ini tidak semuanya dapat diperkirakan, maka cadangan sekunder ini ditanaman dalam bentuk surat-surat berharga jangka pendek yang mudah diperjualbelikan. Di indonesia, instrumen cadangan sekunder dapat berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SPBU), dan Sertifikat Deposito.

C. Kredit
Prioritas ketiga dalam alokasi dana bank adalah penyaluran kredit (loan). Dasar pemikirannya adalah setelah banh mencukupi primary reserve serta kebutuhan secondary reserve-nya (yang merupakan supllement bagi primary reserve), bank baru dapat menentukan besarnya volume kredit yang akan diberikan.

Dalam praktek perbankan di Indonesia, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan bank sentral (Bank Indonesia) sebagai pembina dan pengawas bank umum, penentuan besarnya volume kredit dipengaruhi oleh ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Reserve requirement (RR)
Reserve requirement adalah ketentuan bagi setiap bank umum untuk menyisihkan sebagian dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum berupa rekening giro bank yang bersangkutan pada Bank Indonesia. Besarnya RR telah mengalami perubahan sebagai berikut.
a. Sebelum Pakto’88 : sebesar 10%
b. Setelah Pakto’88 : sebesar 2%
c. Pada tahun 1996 : sebesar 3%
d. Sejak tahun 1997 : sebesar 5%

2. Loan to deposit ratio (LDR)
Loan to deposit ratio adalah antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia tanggal 29 Mei 1993, dana yang dihimpun bank dalam penerapan rasio tersebut adalah dana masyarakat/dana pihak ketiga, kredit likuiditas Bank Indonesia atau KLBI (jika ada), dan modal inti bank. Dalam penulisan ini, diuraikan bahwa rasio LDR dianggap sebagai tolok ukur untuk menilai kesehatan suatu bank dilihat dari segi likuiditasnya.

3. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
Batas Maksimum Pemberian Kredit adalah ketentuan tentang tidak diperbolehkannya suatu bank untuk memberikan kredit (baik kepada nasabah tunggal maupun kepada nasabah grup) yang besarnya melebihi 20% dari besarnya modal bank yang bersangkutan. Ketiga ketentuan perbankan tersebut sangat berpengaruh terhadap keberanian para eksekutif perbankan untuk memperbesar volume kreditnya dalam rangka mengejar profitabilitas yang tinggi. Atas dasar itulah, ketiga (ketentuan) di atas dapat dianggap sebagai patokan likuiditas bagi bank dalam melakukan prinsip prudential banking (prinsip kehati-hatian bank) dan sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan bank.

D. Investasi jangka panjang
Investasi jangka panjang : Investasi jangka panjang adalah investasi dimana dana yang Anda masukkan akan diputar dan baru dapat dicairkan setelah jangka waktu minimal 1 tahun. Ada banyak bentuk investasi jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa contoh diantaranya:
Properti merupakan salah satu investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Harga properti akan terus merangkak naik dari tahun ke tahun. Bagi Anda yang memiliki dana yang cukup besar, investasi ini patut menjadi pilihan.

Berbagai macam properti bisa Anda lirik, mulai dari tanah, rumah, ruko dan lain-lain. Yang paling penting di dalam mengambil investasi jangka panjang ini adalah kejelian Anda dalam melihat kondisi masa depan dari daerah tempat properti tersebut berada.
Mengambil properti di daerah yang sedang berkembang pesat adalah salah satu cara untuk memperoleh keuntungan yang besar dari investasi ini secepat-cepatnya.
Selain properti, investasi jangka panjang yang juga bisa Anda ambil adalah membeli dan menyimpan emas dan berbagai logam mulia. Harga emas dan logam mulia ini juga akan cenderung terus naik karena sifatnya yang berupa bahan tambang yang terbatas.
Kondisi ekonomi dunia yang sering tidak stabil juga merupakan salah satu pemicu naiknya harga emas dan logam mulia. Oleh karena itu membeli dan menyimpan emas serta logam mulia untuk jangka panjang bisa menjadi alternatif yang bisa Anda pilih.
Saham juga merupakan salah satu investasi jangka panjang. Walau demikian, ada pula yang memperdagangkan saham dalam jangka pendek.

Untuk menyimpan saham dalam jangka panjang, Anda harus jeli melihat kondisi perusahaan yang sahamnya akan Anda beli. Membeli saham-saham yang kondisi usahanya cukup stabil merupakan salah satu cara investasi jangka panjang yang bisa Anda pilih,
Tak berbeda jauh dengan saham, reksadana juga merupakan investasi jangka panjang yang melibatkan pasar modal. Bedanya, di reksadana, ada banyak pilihan kombinasi jenis investasi yang bisa Anda pilih.

Anda bisa mengkombinasikan berbagai jenis investasi mulai dari yang resikonya kecil sampai yang resikonya besar di dalam reksadana. Tentu resiko besar bisa sangat menguntungkan maupun sangat merugikan dan Anda harus siap menerima setiap resiko tersebut.
Investasi jangka panjang pada dasarnya tidak terlalu sulit dalam memberikan keuntungan. Jika Anda jeli melihat situasi dan kondisi, banyak investasi jangka panjang yang bisa memberikan keuntungan berlipat. Di dalam investasi, sifat bijaksana dan tidak serakah sangat dibutuhkan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.



DAFTAR PUSTAKA 

http://pancavictims.blogspot.co.id/2015/05/manajemen-aktiva-dan-pasiva-bank.html
http://lailaramadhini.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-sumber-dan-penggunaan-dana.html
http://wulansulis.blogspot.co.id/2016/05/sumber-dan-penggunaan-dana.html



Selasa, 17 Januari 2017

#Tugas Sistem Informasi Akutansi

                                                   SISTEM INFORMASI AKUTANSI











             NAMA     : Mohamad Dhia
KELAS      : 3DB04
   NPM          : 36114745



Dosen 
IMAM AHMAD TRINUGROHO
Manajemen Informatika
2016/2017
Universitas Gunadarma


KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas karunia yang telah diberikan dan kasih sayang-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun judul penulisan makalah kami adalah “konsep dasar SIA & pemodelan data menggunakan DFD & ERD”.

Tujuan Penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi. Kami menyadari tanpa peranan beberapa pihak, kami tidak akan bias menyelesaikan makalah ini . Oleh karena itu penulis berterima kasih kepada :

1.      IMAM AHMAD TRINUGROHO selaku Dosen Pembimbing Sistem Informasi akutansi yang telah memberikan arahan dalam penyusunan serta penelitian dalam makalah ini.
2.      Rekan-rekan satu kelompok yang telah bekerja sama dalam penulisan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa di dalam proses pengerjaan dan penyajian Makalah ini masih jauh dalam kesempurnaan. oleh karena itu saran dan kritikan yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan di masa mendatang.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

                                                                                                                   Jakarta, Januari 2017




             
                                                 
                                                                                                                              Penulis





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………...... 1
KATA PENGANTAR ……………………………………………………… 2
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….. 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG …………………………………………………... 4
1.2 RUMUSAN MASALAH ……………………………………………….. 4
1.3 TUJUAN ………………………………………………………………... 5
1.4 METODE PENELITIAN ……………………………………………….. 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 KONSEP DASAR SIA …………………………………………………. 6
2.2 PEMODELAN DATA MENGGUNAKAN DFD & ERD ……………... 9
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN ……………………………………………………....... 13
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………... 14










BAB I
PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang

Permasalahan yang terdapat baik pada pendekatan klasik dengan kecenderungan barn tentang tahap-tahap perkembangan sistem informasi, merupakan bukti diperlukannya suatu pendekatan lain. Metode lain itu adalah "pendekatan terstruktur" yang muncul pada permulaan tahun 1970.Pada masa sekarang pendekatan tersebut juga disebut sebagai "pendekatan operasional". Seperti pada pendekatan engineering yang dipakai dalam pemecahan masalah, pendekatan terstruktur memerlukan prosedur dan pendataan yang baku dan jelas atau paling tidak memerlukan metodologi yang akan dipakai dalam mengembangkan sistem informasi. Struktur dapat menentukan perintah (order) serta dapat meningkatkan kemampuan pemahaman terhadap sistem yang rumit. Oleh karena itu struktur merupakan dri utama pada disain sistem  informasi. "Struktur " dapat dihubungkan dengan cara dan bentuk penyusunan sesuatu. Struktur juga dapat dikatakan sebagai sistem.yang sesungguhnya dibentuk. Penjelasan struktur dipusatkan pada penjelasan tentang hubungan antar berbagai bagian yang dikuasai oleh karakter umum atau fungsi keseluruhan. Penyusunan struktur merupakan suatu proses pengenalan (identifying), analisis, dan alternanrif kategori disain.

1.2        Rumusan Masalah
1. Apa saja tugas dari Pengolahan Data? Jelaskan !
2. Apa saja tugas dari Pengolahan Data/ Sistem Informasi Akutansi(SIA) ? Jelaskan !
3. Apakah Peranan Pemroses Data dalam Memecahkan Masalah ? Jelaskan !
4. Apa yang dimaksud dengan Pendekatan Terstruktur?
5. Apa tujuan utama suatu metodologi perkembangan Sistem Terstruktur?
6. Sebutkan unsur-unsur pada Sistem Informasi Terstruktur?
7. Apa yang dimaksud dengan ERD (Entity Relationship Diagram)?
8. Apa yang dimaksud dengan Atribut/Atribute?
9. Sebutkan macam-macam komponen ERD (Entity Relationship Diagram)?
10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan DFD (Data flow Diagram)?


1.3       Tujuan

Agar pembaca dapat memahami secara detail mengenai Sistem Terstruktur denganERD (Entity Relationship Diagram) dan DFD (Data flow Diagram), serta dapat dijadikan landasan dalam merancang sebuah model Sistem Terstuktur  pemrograman.

1.4       Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dillakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah Sistem Oientasi Objek dan Unified Modeling Languange dengan mengacu pada literetur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar SIA

DEFINISI SIA
Sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.

TUJUAN SIA
- Mendukung operasi-operasi sehari-hari
- Mendukung pengambilan keputusan manajemen
- Memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban

KOMPONEN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
- Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut
- Prosedur-prosedur, baik manual maupun terototomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
- Data tentang proses-proses bisnis
- Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
- Infrastruktur teknologi informasi

FUNGSI SIA DALAM ORGANISASI
- Mengumpulkan dan menyimpan aktivitas yang dilaksanakan disuatu organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut dan para pelaku dalam aktivitas tersebut
- Mangubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen
- Menyediakan pengendalian yang memadai

AKTIVITAS DALAM RANTAI NILAI ORGANISASI
- Inbound Logistics : penerimaan, penyimpanan dan distribusi bahan-bahan masukan
- Operasi : aktivitas untuk mengubah masukan menjadi barang dan jasa
- Outbound Logistics : distribusi produk ke pelanggan
- Pemasaran dan Penjualan
- Pelayanan : Dukungan purna jual dan maintenance

AKTIVITAS PENDUKUNG ORGANISASI
- Infrastruktur Perusahaan : akuntansi, hukum, administrasi umum
- Sumber Daya Manusia : perekrutan, pengontrolan, pelatihan dan kompensasi kepada pegawai
- Teknologi : Peningkatan produk dan jasa (penelitian)
- Pembelian

RANTAI SUPLAY
- Bahan Mentah Pemasok
- Pabrik
- Distributor
- Pengecer
- Konsumen

DATA
1. Data mengarah pada fakta-fakta yang kita kumpulkan, simpan dan proses dengan sistem informasi
2. Misal untuk penjualan, data yang perlu dikumpulkan adalah:
    – Fakta mengenai kejadian-kejadian (tanggal penjualan, jumlah, dll)
    – Sumber data (identitas barang dan jasa, harga per unit, dll)
    – Para pelaku (identitas pelanggan dan penjual produk)

INFORMASI
1. Data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti
2. Karakteristik informasi yang berguna:
   – Relevan
   – Andal
   – Lengkap
   – Tepat waktu
   – Dapat dipahami
   – Dapat diverifikasi

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Langkah Pengambilan Keputusan:
    – Identifikasi Masalah
    – Pemilihan metode pemecahan masalah
    – Mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melaksanakan model keputusan tersebut
    – Mengimplementasikan model tersebut
    – Mengevaluasi sisi positif dari tiap alternatif yang ada
    – Melaksanakan solusi terpilih

 2.2  Pemodelan Data Menggunakan DFD & ERD

Diagram alir data atau DFD (Data Flow Diagram) adalah teknik grafik yang digunakan untuk menjelaskan aliran informasi dan trasformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran (Mahyuzir, 1991). DFD menggambarkan penyimpanan data dan proses mentranformasikan data. DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluaran dari sistem, dimana data di simpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut (Kristanto, 2003) Simbol yang digunakan pada DFD model Yourdon sebagai berikut :
1. Data Flow (arus data) Panah merepresentasikan datu atau lebih obyek data (arus data).
2. External entity (Kesatuan luar) atau boundary (batas sistem) Untuk merepresenrasikan sebuah  external entity sebagai sebuah elemen sistem, misalnya hardware, orang (user) atau program lain dapat di simbolkan dengan suatu notasi kotak sebagai berikut :
3. Procces (proses) Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu data yang masuk kedalam proses untuk menghasilkan data yang keluar dari proses. Simbol yang digunakan untuk merepresentsikan proses yaitu :
4. Data Store (Simpanan data) Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa :
a. Suatu file atau database dalam komputer
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kontak tempat data dimeja seseorang
d. Suatu label acuan seseorang
e. Suatu agenda atau buku




dari customer (pembeli) membeli barang secara pre order (PO) dan si pembeli tersebut sebelumnya sudah melakukan registrasi membuat akun(member) untuk toko online tersebut, kemudian masuk kedalam proses sebagai user, setelah di proses si pembeli tersebut akan mendapatkan email sebagai verifikasi bahwa barang yang dia pesan sedang dalam proses. didalam proses tersebut pihak toko online tidak hanya memberikan verifikasi terhadap si pembeli saja, namun dia juga memberikan laporan pada manager bahwa sudah terjadi transaksi antara toko online tersebut dengan si pembeli lengakap dengan tanggal pemesanan, alamat pemesan, barang yang dibeli, jumlah barang yang dibeli, jumlah uang yang harus dibayar dan lain-lain.

http://lukmanprayogi20.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-dan-contoh-dari-data-flow.html

ERD (Entity Relationship Diagram) adalah model data yang menggunakan beberapa notasi untuk menggambarkan data sebagai pengganti istilah entitas dan relationship-nya. Skema database dapat dimodelkan dengan diagram ER. Diagram ER dibangun dari beberapa komponen berikut :

> Entitas : segi empat
> Atribut : elips
> Relasi : belah ketupat
Entitas adalah suatu objek dalam bentuk fisik maupun konsep yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. contoh : entitas MAHASISWA, entitas BUKU
Adapun tipe entitas ada 2 macam, yakni :
1. Entitas kuat (strong entity) merupakan entitas yang berdiri sendiri ranpa bergantung dengan entitas lain. Contoh , entitas MAHASISWA, PEGAWAI, BUKU.
2. Entitas lemah (weak entity) merupakan entitas yang keberadaannya bergantung pada relationship terhadap entitas lainnya. Contoh entitas ANAK bergantung pada entitas DOSEN.
Atribut adalah penjelasan dari sifat atau karakteristik dari suatu entitas. Sinonim element, property, and field.
contoh : entittas MAHASISWA mempunyai atribut Nama, Alamat, Kota, Telp, dll.
Kardinalitas relationship adalah sejumlah kemungkinan entitas A berpartipasi dengan entitas B dalm satu relationship. Ada tia jenis yakni :
1. one to one , notasi 1 : 1
2. one to many, notasi 1 : n
3. many to many, notasi m : n
Partisipasi suatu entitas terdapat dua tipe yakni :
pertama, partisipasi total dimana keberadaan enttitas tersebut bergantung pada hubungannya dengan entitas lain. Kedua, partisipasi parsial dimana entitas tersbut tidak bergantung dengan keberadaan hubungan entitas tersebut dengan entitas lain.
mapping cardinality adalah hubungan antara entitas terhadap entitas dimana diantaranya terdapat relasi atau relationship, dan untuk jenis jenis dari mapping cardinality ada 3 yaitu :
1.      One To Many (I-M)
One to Many adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbading satu berbanding banyak :
Contoh :

Gambar diatas menggambarkan 2 entitas dengan 1 relasi dimana kita membacanya ialah, 1 ruangan dapat ditempati oleh banyak pasien.
2. One To One(I-I)
One To One adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbading satu berbanding satu :
Contoh :

3. Many To Many(M-M)
Many To Many adalah perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbading Banyak berbanding banyak :
Contoh :
Pada gambar di atas terdapat 2 entitas dengan 1 relasi dimana relasinya atau mappingnya adalah many to many, cara mencocokannya adalah sesuai dengan gambar diatas mengartikan bahwa 1 cutomer dapat memesan banyak barang, lalu kondisinya kita balik, 1 barang dapat dipesan oleh banyak customer, nah ketika kita menemukan hal tersebut didalam suatu relasi database, maka relasionnya atau belah ketupatnya dimana pada study case dia atas adalah “pesan”, menjadi table dalam database sebagai table pengampu.

http://www.kursuswebsite.org/jenis-jenis-mapping-cardinality-pada-entity-relationship-diagram-erd/




gambar diatas terdiri dari beberapa entitas yang sama halnya dengan sebuah tabel dalam suatu basis data. entitas tersebut terdiri dari PEGAWAI, TAMU, TRANSAKSI_INAP, FASILITAS, HARGA, KAMAR, TRANSAKSI_GOHOME. Dari setiap entitas tersebut mempunyai beberapa atribut dengan lambang model elips. biasa yang menjadi kunci utama atau disebut juga primary key dalam sebuah atribut digaris bawahi atau underline. Gambar di atas terdapat entitas dan atribut tetapi juga setiap entitas mempunyai relasi dengan entitas lain beserta kardinalitasnya berupa one to one, one to many, many to many, dll

https://neezasty.wordpress.com/2011/02/04/mengenal-erd-dan-komponennya/



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Suatu pendekatan perkembangan sistem informasi kadang-kadang disebut sebagai 'pendekatan terstruktur' apabila langkah-langkah perkembangan sistem informasi klasik benar-benar diikuti serta apabila beberapa peralatan yang sesuai (yang dikenal sebagai peralatan terstruktur) digunakan pula dalam langkah-Iangkah tersebut. Namun demikian metodologi terstruktur pada umumnya mengacu pada strategi yang dapat menghasilkan sistem informasi yang baik. Seperti pada pendekatan klasik strategi itu memberikan perhatian penuh pada fase disain dan fase analisis perkembangan sistem. Di samping itu dalam strategi ini juga digunakan konsep tahap-tahap perkembangan sistem informasi.

Untuk sistem informasi, tujuan utama suatu metodologi perkembangan sistem terstruktur adalah untuk menghasilkan sistem informasi serta menggunakan prosedur dan dokumentasi yang baku dan jelas pula. Sistem informasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: mudah diterima, dapat didokumentasikan dengan baik, dapat diuji dengan baik, kohesif, kompatibel, ekonomis, efisien, mudah dilaksanakan, fleksibel, hierarkis, mudah perawatannya, modular, lebihreliabel, mudah diperiksa, sederhana, tepat, seragam, mudah pemakaiannya, mempunyai rata-rata perkembangan yang cepat, serta mempunyai rangkaian yang rendah. Dalam pendekatan terstruktur yang menggunakan model fisik maupun logika sistem modeling sangat penting.

Struktur merupakan merupakan unsur penting dalam proses perkembangan, karena struktur dapat menentukan susunan serta mampu meningkatkan kemampuan dalam memahami sistem yang kompleks. Pembuatan struktur sistem informasi baik selama perkembangan, yaitu pada fase disain dan analisis, maupun selama pelaksanaan, operasi dan perawatan adalah merupakan unsur yang umum dalam metodologi terstruktur. Terdapat berbagai macam analisis dan metodologi disain terstruktur. Dalam metodologi disain dan analisis tersebut penggunaan model grafik, penekanan pada komunikasi dan keterlibatan pemakai, nonlinier atau pengulangan, serta kaji ulang merupakan unsur-unsur penting.























DAFTAR PUSTAKA

http://yustiariri.wordpress.com/2012/10/10/konsep-sistem-informasi-akuntansi-sia/

Selasa, 12 Januari 2016

Sertifikat



Rabu, 30 Desember 2015

Impikasi Etis dari Teknologi Informasi

Implikasi Etis dari Teknologi Informasi

Ringkasan

Moral adalah tradisi informal perilaku baik, yang tetap konstan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Etika adalah kepercayaan, standdar, dan teladan yang ditunjukan sbagai panduan untuk individu dan masyarakat. Etika bervariasi dari satu masarakat ke masyarakat lain. Hukum adalah peraturan formal yang diterapkan oleh pemerintah di mana terdapat hukuman jika tidak dipatuhi.

Hukum komputer di Amerika Serikat telah diterapkan untuk mengatasi hal-hal seperti hak dan pembatasan atas data, privasi, kejahatan komputer, dan paten peranti lunak. Keputusan pengadilan, sperti State Street Decision, juga berkontribusi terhadap hukum-hukum ini. UE telah mempertimbangkan untuk meperketat persyaratan mematenkan peranti lunak yang tercantum di State Sreet Decision. Di Cina, perhatian telah di berikan kepada masalah-masalah penggunaan omputer seperti keamanan negara, kepentingan sosial, kepentingan warga negara yang berdasarkan hukum, kode etik, dengan urutan seperti yang disebutkan di sini.

Masyarakat mengharapkan komputer unutk digunakan secara etis karen tiga alasan. Kelenturan logis berati bahwa komputer dapat diprogram untuk melakukan hampir semua hal. Faktor transformasi menyadari bahwa komputer dapat melakukan perubahan – perubahan internal komputer tersembunyi dari pandangan kita. Permrosesan internal ini dapat mencakup nilai – nilai pada program, perhitungan yang rumit, dan kriminalitas komputer.
PAPA dari Richard Mason mengindetifikasi empat hak masyarakat atas komputer : hak akan privasi , keakuratan, kepemilikan, dan akses.
Perusahan – perusahaan besar memiliki staf auditor internal yang melapor kepada dewan direktur atau seorang eksekutif tingkat tinggi dan memberikan kelebihan objektivitas. Para auditor internal melakukan empat jenis aktivitas.Pada audit operasional, mereka memberikan verifikasi bahwa sistem perusahan tersebut telah memiliki pengadilan yang cukup, beroperasi secara efisien, dan mematuhi kebijakan perusahaan.

CIO dapat memberikan kontribusi besar kepada operasional perusahaan yang etis dengan cara memahami prinsip – prinsip akutansi, menjaga agar sisem pelaporan finasial efektif, mendidik para eksekutif perusahaan mengenai sistem keuangan, memastikan bahwa alarm terpasang dalam sistem keuangan untu memberitahu manajemen jika perusahaan melenceng dari jalurnya, menjadi pelaku aktif adalm negomunikasisakn infomasi kelingkungan mengenai sistem kuangan perusahaan, dan menjaga pengealian pengeluaran TI secara ketat. 

Meskipun Undang – Undang Sarbanes – Oxley ditunjukan pada CEO dan FO, CIO dapat memainkan peranan penting agar perusahaan tersebut memenuhi ekspektasi SOX. CIO dapat menyakinkan agar CEO dan CFO memahami sistem informasi keuangan dan pengandilian yang ada didalamnya . Informasi ini dapat disampaikan kepada komite pengawas SIM. Seluruh eksekutif dapat diberitahu mengenai kemajuan pengendalian di daldam sistem saat sistem disusun. Auditor internal perusahaan dapdat memainkan peran aktif dalam perancangan sistem.

PRIVASI
Tidak lama setelah Undang-Undang kebebasan informasi (Freedom of Information Act) diterapkan, pemerintah federal merencanakan Undang-Undang Privasi Komunikasi Elektronik (Electronic Communication Privasi Act) tahun 1986. namun, Undang-Undang ini hanya mencakup komunikasi suara. Undang-Undang ini ditulis ulang tahun 1986 agar mencakup data digital, komunikasi video, dan surat elektronik.

KEJAHATAN KOMPUTER

Pada tahun 1984, Kongres Amerika Serikat  memperkuat Undang-Undang mengenai penggunaan komputer dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang secara khusus diterapkan pada kejahatan komputer :
•       Undang-Undang keamanan komputer Usaha Kecil dan pendidikan (The Small Business Computer Security and Education Act)
•       Undang-Undang Akses Palsu dan Kejahatan serta Penipuan  Melalui Komputer (Counterfeit Access Device and Computer Frand and Abusr Act)

PATEN PERANTI LUNAK

Pada bulan Juli 1988, Pengadilan Banding Federal Amerika Serikat (U.S.Court of Appeals for the Federal Circuit) memutuskan bahwa proses bisnis harus dipatenkan. Kasus ini kemudian dikenal dengan state street decision. Yang bermasalah pada saat itu adalah sebuah paket peranti lunak untuk mengolah reksa dana. Hingga saat itu, pengadilan selalu menetapkan bahwa peranti lunak tidak dapat dipatenkan karena 2 alasan :
(1)    Algoritma matematika tidak dapat dipatenkan.
(2)    Metode bisnis tidak dapat dipatenkan.

Kode etik
ACM (Association for Computting Machinery) yang didirikan pada tahun 1947, adalah sebuah organisasi komputer profesional tertua di dunia. ACM telah menyusun kode etik dan perilaku profesionaln yang diharapkan diikuti oleh 80.000 anggotanya. Selain itu, kode etik dan praktik profesional rekayasa peranti lunak  dibuat dengan tujuan agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan dan mempraktikan rekayasa peranti lunak, yaitu penggunaan prinsip-prinsip rancangan dalam pengembangan peranti lunak.

Bentuk kode etik ACM yang ada saat ini diadopsi pada tahun 1992 dan berisikan “keharusan”, yang merupakan pernyataan tanggung jawab pribadi. Kode ini dibagi menjadi empat bagian yaitu :

Keharusan Moral Umum.
Tanggung Jawab Profesional yang Lebih Umum.
Keharusan Kepemimpinan Organisasi.
Kepatuhan terhadap Kode.

Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak
Kode ini mencatat pengaruh penting yang dapat diterapkan para ahli peranti lunak pada sistem dan terdiri ekspektasi di delapan hal penting :
Masyarakat
Klien dan Atasan
Produk
Penilaian
Manajemen
Profesi
Kolega
Diri Sendiri


Istilah Penting

Moral (moral)
Ethics (etika)
Law (hukum)
Corporate credo (kredo perusahaan)
Ethics program (program etika)
Ethics audit (audit etika)
Computer ethics (etika komputr)
Logical malleability (kelenturan logis)
Trasformation factor (faktor transfomasi)
Invisibility factor  (faktor ketidaktampakan)
Internal audit (auditor internal)
Fenacial audit (audit keuangan)

Sabtu, 28 November 2015

Keamanan Infromasi

Rangkuman Keamanan Infromasi


Kebutuhan Organiasi Akan Keamanan Dan Pengendalian.

Dalam dunia masa kini, banyak organisasi semakin sadar akan pentingnya menjaga seluruh sumber daya mereka, baik akan bersifat virtual maupun fisik, agar aman dari ancaman baik dalam adan luar. Sistem komputer yang pertama hanya memiliki sedikit perlindungan kemanan, namun hal ini berubah pada saat Perang Vietnam ketika sejumlah instalasi komputer dirusak oleh para pemrotes.

Di masa sekarang banyak perusahaan mecnari keamaan sistem infromasi yang tidak menghambat ketersidiaan informasi bagi pihak-pihak yang memiliki otorisasi untuk mendapatkannya. Pemerintah mencari keamaan sistem yang tidak melanggar hak peribadi perorangan. Fokus awal dari keamanan sistem komputer dan basis data telah diperluas agar mecakup bukan hanya semua jenis sumber daya infromasi, namun juga media nonkomputer seperti dokumen kertas, dan aktiviatasi ini disebut dengan keamanan informasi. Tiga tujuan keamanan informasi adalah kerahasiaan, ketersediaan, ketertiban, dan intergritas. Tujuan ini diepenuhi dengan cara menjalankan program manajemen keamanan infromasi (Information Security Management-ISM) setiap hari dan manajemen keberlangsungan bisnis agar operasional perusahaan terus berjalan setelah bencana atau pelanggaran keamanan terjadi. Pemikiran yang ada saat ini menyatakan bahwa kativitas keamaan ini harus dikelola oleh dierketur pengawas informasi perusahaan (CIAO) yang memimpin fasilitas kamanan yang terpisah dan melapor langsung ke CEO. 

Ancaraman yang paling berbahaya adalah virus, yang  hanya merupakah salah satu contoh perantil lunak yang berbahaya, selain worm, trojan, spyware, dan adware. Resiko adalah tindakan yang tidak terotorisasi yang dilakukan oleh ancaman ini. Tindakan ini dapat menghasilkan (1) Pencurian dan pengungkapan, (2) penggunaan, (3) penghancuran dan penolakan layanan, dan (4) modifikasi yang tidak terotorisasi. E-commerce  meningkatkan ancaman pemalsuan kartu kredit, yang dapat diminmalkan jika pelaku menggunakan angka yang tergenerasi secara acak untuk melakukan transaksi dan buaknnya nomor kartu kredit tradisional.

Terdapat tiga jenis pengadilan : teknis, formal dan informal. Pengadilan teknis menggunakan perantil keras dan lunak. Pengadilan akses memberikan akses hanya setelah para pengguna dapet melewati layar untuk mengindetikasi, autentikasi, dan otorisasi pengguna. Sistem deteksi gangguan mencakup paket antivurisu dan model yang dapat mengindetifikasi ancaman dari dalam. Frewall ditunjukan untuk melindungi jaringan perusahaan dari gangguan lewat Internet. Pengadilan kriptografis dianggap sangat efektif karena jenis pengadilan ini tidak bergantung pada pengcegahan akses, melainkan membaut data dan infromasi menjadi tidak berguna jika didaptakn secara tidak bertanggung jawab. Pengadilan fisik mengamankan fasilitas komputer dengan cara membatasi atau mengahalangi akses yang tidak diotorisasi. Pengadilan Formal mengambil upaya atas-bawah, seperti cara berperilaku (codes of conduct), prosedur, dan praktik. Pengadilan informal terutama berfokus pada pemberian infromasi yang dibutuhkan kepada karyaawan untuk melaksakan pengadilan.

Rabu, 04 November 2015

Informasi dalam Praktrik / Pelaksanaan

Informasi dalam Praktik

Rangkuman

Pada tahun 1961, D. Ronald Daniel dari McKinsey & Company, salah satu perusahaan konsultan terbesar di Amerika, memperkenalkan istilah critical succes factor (CSF) atau faktor penting penentu keberhasilan. Ia mengungkapkan bahwa tedapat beberapa aktivitas penting yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan baagi semua jenis organisasi. Aktivitas – ativitas penting tersebut adalah CSF , dan faktor – faktor ini dapat berbeda- beda dari satu jenis organisasi ke jenis organisasi yang lain. 

Ketika manajemen sebuah perusahaan menjualkan konsep CSF, meraka akan memusatkan perhatian pada pengindetifikasian CSF dan kemudian memonitor sampai sberapa jauh meraka telah mencapainya. 

Sistem Pemrosesan Transaksi
Istialah sistem pemrosesan transaksi digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang mengumplkan data yang menguraikan aktivitasa perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat di dalam maupun di luar perusahaan. Istialah sistem pemrosesan data elektronik (electronic data processing – EDP) dan sistem informasi akuntansi juga telah dipergunakan ,namum saat ini kurang populer.

Sistem distibusi terdiri atas tiga proses utama : memenuji pesanan pelanggan, memesan persediaan pengganti dari pemasok, dan memelihara buku besar.
Sistem informasi organisasi dibuat sesuai dengan area bisnis dan tingkat organisasi. Sistem untuk area bisnis terdiri atas subsitem input yang mengumpulkan data dan informasi untuk dimasukkan ke dalam basis data dan subsistem ouput yang mengubah data menjadi informasi.

Sistem informasi esesktutif (excutive information system – EIS) memiliki arsiktektur yang berbeda, yang terdiri atas stasiun – stasiun kerja eksekutif yang dihubungkan oleh jaringan ke komputer pusat. Tampilan informasi format awal di-download dari komputer pusat dan kemudian disimpan di dalam basis data eksekutif.
Suatu sistem data warehosing meliputi suatu ara pengumpulan dimana ETL dilakukan, sesuatu temat penyimpanan data warehouse diaman data disimpan, ddan suatu sistem penyampaian informasi yang mengubah daa menjadi informasi dan menyampaikannya kepada para pengguna. 

Proses mencari data dalam data warehouse disebut data mining (penambangan data), dana dapat dilakukan dalam dua cara. Dala verifikasi hipotesis, pengguna yakin bahswa tedapat pola – pola tertentu di dalam data, dan sistem dapat mengonfirmasikan atau menolak asumsi ini. Dalam penemuan pengetahuan . pengguna menyerahkan sepenuhnya kepada sistem untuk menemukan pola pola yang akan di lakukannya dengan mepergunakan logika kecerdasan buatan.

Selain dari inovasi teknologi dalam data warehousing, ia mencermikan pula terobosan dalam cara yang lain – ia menawarkan cara berpikir yang baru akan adata. Daripada mencoba untuk menjaga data tetap mutakhir, idenya adalah hanya mengakumulasi data dari waktu ke waktu. Data warehouse memberikan suatu pendekatan baru bagi para pengguna untuk mendapatkan infromasi dalam pengambilan keputusan. 

Istilah Istilah Penting
- Transcation prosessing system (sistem pemrosesan transaksi)
- Demension table (tabel demensi)
- Star schema (sekema bintang)
- Data mining (pengembangan data)
- Knowledge discovery (penemuan pengetahuan).

Konsep konsep penting
- Critical succes faktor – CSF ( faktor penting penentu keberhasilan)
- Infromation system for organisational areas and levels ( sistem infrmasi untuk area dan tingkat organisasi)
- Data warehouse (gudang data)


Sumber, Buku Sistem Manajemen Informasi (Raymond Mcleod,Jr.

Rabu, 21 Oktober 2015

PENGEMBANGAN SISTEM

Rangkuman Bab 7
Pengembangan Sistem.


Pendekaan sistem terdiri atas tiga fase upaya : Persiapan, Definisi dan Solusi. Upaya persiapan termasuk melihat perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan dan mengidentifikasi subsitem subsistem perusahaan. Upaya Definisi terdiri atas dua langkah : melanjutkan dari sistem ke tingkat subsistem dan menganalisi bagian – bagian sistem secara berurutan. Upaya solusi meliputi pengindetifikasian solusi solusi alternatif,mengevaluasinya, memilih solusi yang terbaik mengimplementasikannya dan melakukan penindaklanjutan untuk memasikan kefektifannya.
Ketika pendekatan sistem diterapkan pada pengembangan sistem, hasilnya adalah siklus hidup pengembangan sistem (systems development life clye-SDLC). Satu pendekatan SDLC yang saat ini sangat populer adalah pengembangan berfase pashe development.

Sejumlah metodologi SDLC telah mengalami evolusi, dengan siklus tradisional, protoyping, RAD, dan pengembangan berfase yang menarik lebih banyak perhatian ketika sistem dikembangkan, proses, data dan objek akan dibuat modelnya.  Pendekatan sitem merupakan sebuah metdologi. Metodologi adalah satu cara yang direkomdasikan dalam melakukan sesuatu. 
Tidak di butuhkan waktu lama bagi seseorang pengembang sistem yang pertama untuk mengetahui bahwa terdapat bebrapa tahapan pekerjaan pengembangan yang perlu dilakukan dalam urutan – urutan tertentu jika suatu proyaek ingin memiliki kemungkinan berhasil yang paling besar. Tahapan – tahapan tersebut adalah : 
Perencanaan
Analisis
Desain
Implementasi
Penggunaan

Ketika sistem dikembangkan, proses, data, dan objek akan dibuat modelnya. Alat pemodelan proses yang populer adalah pembuatan diagram arus data,yang mempergunakan simbol- simbol untuk proses dan unsur – unsur lingkungan yang dihubungkan oleh panah untuk menunjukan arus data.
Sejalan dengan pengembangan sistem informasi yang dilakukan oleh perusahaan, proyek – proyek akan dikelola oleh suatu hierarki manajer yang dapat terdiri atas komite esksekutif, steering committe SIM, dan seorang manajer proyek untuk setiap tim pengembang.
Manajemen proyek dimulai dengan sebuah rencana, yang ditentukan secara mendetail melalui grafik Gantt dan mungkin dalam format ringkasan melalui diagram jaringan. Secara berkala di sepanjang proyek, pemimpinan proyek akan membuat laporan lisan maupun tulisan kepada steering cmmitte SIM, menginformasikan kemajuan, masalah dan rencana kepada para anggota.
Sebelum manajemen memberikan kata setuju untuk memulai suatu proyek sistem mereka biasanya meminta agar biya proyek dietimasi. Data input digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan tidak hanya estimasi biaya, melainkan juga detail – detail biaya akan di kelola setelah proyek dijalankan.


ISTILAH – ISTILAH PENTING 

Problem (masalah)
Evaluation criteria (kriteria evaluasi)
Methodology (metodologi)
Prototype (prototipe)
Evolutionary prototype (prototipe evolusioner)
Requiremens prototype(prototipe persyaratan)
SWAT team (tim SWAT)
Reverse engineering(rekayasa terbalik)
Functionality (fungsionalitas)
Forward engineering (rekayasa ke depan)
Data flow diagram – DFD (diagram arus data)
Data store (penyimpanan data)
Figure 0 diagram (diagram nomor 0)
Context diagram (diagram konteks)
Figure n diagram (diagram nomor n)
Leveled DFD (DFD bertingkat)
Use case (kasus penggunaan)
MIS steerig committe (komite pengarah SIM)
Gant chart (grafik Gantt)
Network diagram (diagram jaringan)

Prototype
Adalah satu versi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide bagi para pengembangan dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai.

Prototyping
Adalah penyempurnaan dari pendekatan tradisional, proses Pembuatan prototipe ini disebut prototyping.

DFD
DFD adalah diagram arus data, telah menjadi alat pemodelan yang paling populer selama kurang lebih 20 ahun terakhir, DFD adalah cara yang sangat lamiah untuk mendokumentasikan proses dan dapat dibuat dalam suatu hieraki untuk menyajikan berbagai tingkat rician.

RAD 
Satu metodologi yang memiliki tujuan yang sama dengan prototyping, yaitu memberikan respons yang cepat atas kebutuhan pengguna, namum dengan lingkup yang lebih luas adalah RAD. Istilah RAD dari raid application development atau pengembangan aplikasi cepat.

MIS steering committe
SIM/ MIS steering committe adalah ketika tujuan dari dibentuknya sebuah komite adalah untuk memberikan panduan, arah, dan kendali secara terus – menerus.

KONSEP – KONSEP PENTING

System approach (pendekatan sistem)
System development life cyle- SDLC (sikus hidup pengembangan sistem)
Prototyping
Reengineer (rekayasa ulang)
Rapid application development –RAD (pengembang aplikasi cepat)
Phasesd development (pengembangan berfase)
Business proces redesign – BRP (desain ulang proses bisnis)


Buku Refrensi 
MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ( Raymond McLeod,Jr. , George P.Schell) Edisi 10